Sabtu, 24 Mei 2008

Pembuatan sabun, proses Kimia sederhana

Sabun merupakan industri dasar yang mudah sekali dikembangkan dengan prospek ke depan cukup dapat diandalkan, sedangkan sabun muka adalah salah satu pengembangan yang ideal untuk diterapkan di lingkungan kampus dimana terdapat keterbatasan tempat. Industri sabun juga ideal dikembangkan sebagai home industri dan ketrampilan karang taruna dikampung-kampung perkotaan. Selain alasan tempat juga alasan ilmiah dimana dengan memproduksi sabun muka, tidak hanya menggunakan bahan-bahan kimia kemasam yang dibeli dari distributor akan tetapi juga mengekplorasi bahan alam yang ada disekitar kita.
Proses pembuatan sabun muka didahului dengan proses yang sama dengan pembuatan sabun mandi yaitu menyabunkan minyak nabati atau hewani atau kombinasi keduanya dengan NaOH atau KOH. Untuk mendapatkan sabun padat maka basa yang digunakan adalah NaOH, sedangkan bila menginginkan sabun cair maka basa yang digunakan adalah KOH. Sabun yang terbentuk adalah sabun dasar dimana untuk sabun mandi melalui proses dingin dan tinggal ditambahkan pewarna, pewangi dan bahan esensial dengan kasiat tertentu lalu dicetak. Proses dingin dimaksudkan untuk mempermudak pencetakan yaitu sabun mengeras perlahan-lahan sambil dicetak.
Pembuatan sabun muka dapat didahului dengan proses yang sama atau proses panas, dimana dengan proses panas sabun yang terbentuk langsung mengeras sehingga bentuknya sulit dikendalikan. Hal ini tidak menjadi masalah karena proses belum selesai, dimana sabun dasar ini selanjutnya dilarutkan dalam gliserin dan alcohol dengan pengadukan dan sedikit pemanasan. Hasil yang didapat adalah sabun transparan yang merupakan material dasar untuk sabun muka yang dikenal dengan nama “chip soap”.
Chip soap juga merupakan produk yang dapat dijual ke distributor bahan kimia, dimana jenisnya beberapa macam yaitu chip soap lokal, MW dan ultra TR dan yang terbaik adalah ultra TR yaitu paling transparan dan paling keras. Proses selanjutnya chip soap dicairkan kembali agar dapat dilarutkan dengan senyawa-senyawa pendukung dan senyawa esensial. Senyawa pendukung berupa sirup gula untuk menambah busa, propilen glikol sebagai pelembab dan gliserin agar lebih transparan. sedangkan senyawa esensial sesuai keperluan dan kasiat yang diinginkan misalnya untuk menghilangkan flek hitam dengan madu dan susu, untuk melembabkan kulit kering dengan ekstrak lidah buaya, untuk menghilangkan jerawat dengan tambahan minyak zaitun dan tea tree oil, untuk kulit berminyak dan komedo dengan ekstrak mengkudu dan masih banyak lagi kekayaan alam yang dapat diekplorasi disini.
Pembuatan sabun telah dikenal sejak 2000 tahun yang lalu dan sampai saat ini prinsip pembuatannya masih belum berubah, namun beberapa penambahan senyawa aktif baru dikenal beberapa puluh tahun silam. Sabun secara umum dikenal sebagai bahan pembersih, sedangkan secara kimia sabun adalah persenyawaan antara basa dan asam lemak. Asam lemak yang bersenyawa dapat berasal dari asam lemak tunggal (bebas) maupun yang terikat dalam gliserol atau yang dikenal sebagai trigliserida (lemak/minyak).
Reaksi dasar pembuatan sabun yang lebih dikenal dengan istilah saponifikasi adalah sebagai berikut :
O

CH2 – O - C – R1


CH – OH R1COOK
O

CH – O - C – C2 + KOH > CH – OH + R2COOK


CH – OH R3COOK
O

CH2 – O - C – R3

Minyak gliserol sabun

Kelarutan dan kekerasan sabun ditentukan oleh jenis basa dan asam lemak penyusunnya. Sabun dari basa kalium berbentuk cair pada umumnya sedangkan sabun dari basa natrium berbentuk padat. Para pembuat sabun dapat memilih bahan mentah yang sesuai dengan sifat yang diinginkan, hal ini dilakukan dengan variasi jenis minyak yang dipilih atau variasi komposisi minyak.
Sabun mandi sering dibuat dengan campuran tallow (lemak hewani) dan minyak kelapa dengan perbandingan 20:80, 30:70, 40:60 atau dapat pula dari campuran minyak kelapa dengan minyak sawit dengan perbandingan 20:80, dimana minyak kelapa memberikan buaih yang besar-besar sedangkan minyak sawit memberikan buaih yang kecil-kecil (lembut).
Jenis sabun mandi bermacam-macam yaitu sabun superfat yaitu sabun mandi yang sangat lembut biasanya digunakan untuk kulit bayi atau kulit orang dewasa yang sangat kering. Sabun deodorant adalah sabun mandi dengan wewangian dan bahan pengikat wewangian (fragran). Sabun mandi yang diperlembut dapat digunakan sebagai sabun muka yaitu menjadikan sabun menjadi transparan dengan penambahan beberapa bahan diantaranya alkohol, gliserin dan gula.
Sabun transparan untuk sabun muka dibuat dengan melarutkan sabun dasar (sabun mandi yang belum ditambah pewarna dan pewangi) dengan alkohol dan selanjutnya diuapkan alkoholnya. Untuk melarutkan dan memperbaiki tekstur sabun yang cukup keras ini maka ditambahkan gliserin dan sirup gula, hasil yang diperoleh akan lebih transparan dan translusen. Dalam kondisi tertentu sabun transparan ini dapat dilelehkan dan didinginkan dengan cepat untuk menahan transparansinya.
Faktor lain yang mempengaruhi transparansi sabun adalah kandungan alkohol, gula dan gliserin. Penambahan gliserin atau gula yang banyak menyebabkan sabun lengket dan manis yang dapat mengotori pembungkus akan tetapi keduanya merupakan faktor penentu transparansi.
Sabun transparan dibuat dengan metode semi panas yaitu memanaskan minyak sampai suhu 60oC lalu dimasukkan larutan NaOH yang telah dibuat sambil terus diaduk-aduk sampai terjadi proses saponifikasi. Setelah setengah memadat yaitu 2 jam selanjutnya ditambahkan alkohol, gliserin dan gula. Pengadukan harus terus menerus agar tidak memadat dititik-titik tertentu. Sambil diaduk suhu dijaga sekitar 60 agar tidak terjadi oksidasi dan pencoklatan. Setelah tercampur dengan baik maka sabun dapat mulai dicetak dan didinginkan.
Sifat sabun transparan selain kelihatan mewah menawan juga lebih lembut untuk kulit karena itu biasanya digunakan untuk sabun wajah atau sabun mandi untuk kulit alergi basa. Sabun transparan lebih lembut karena konsentrasi basa dalam sabun menjadi lebih rendah dengan penambahan gliserin, gula dan alkohol. Selain itu sabun transparan sudah mengandung pelembab gliserin sehingga lebih aman terhadap kulit.

Beberapa Bahan Sabun Dan sifatnya

Alkohol, adalah bahan yang digunakan untuk melarutkan sabun, agar sabun menjadi bening atau transparan. Alkohol dengan konsentrasi tinggi akan semakin baik sebagai pelarut dan sabun yang dihasilkan akan lebih jernih dan transparan.

Gliserin, adalah senyawa alkohol dengan tiga OH- yang terikat pada propana yang dikenal sebagai humectan yaitu senyawa penjaga kelembaban kulit dan sampai saat ini digunakan secara luas oleh pembuat sabun. Apabila didehidrasi dan dideodorisasi gliserin menjadi cairan tak berwarna dan tak berbau. Gliserin kurang menentukan kejernihan sabun dan rasanya manis.

Gula, Bersifat humectan, dikenal membantu pembusaan sabun. Semakin putih warna gula maka sabun yang dihasilkan semakin jernih, terlalu banyak gula menjadikan sabun lengket dan lembek. Penggunaan gula sebagai penjernih sabun harus memperhatikan reaksi yang terjadi.

Stearic Acid, Membantu untuk mengeraskan sabun, khususnya minyak dari tumbuhan yang digunakan. Penggunaanya dengan mencairkan dahulu dalam minyak dengan pemanasan, kemudian dicampur NaOH untuk saponifikasi.

Pewarna, Menjadi perdebatan penggunaannya dalam makanan, kosmetik dan produk perawatan pribadi karena tingkat keselamatan penggunaannya karenanya pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan, namun sering tidak stabil pada suasana basa sehingga kurang tajam.

Pewangi, Pewangi dapat berasal dari alam yaitu minyak esensial atau pewangi buatan yang harganya lebih murah, bau lebih tahan lama namun kurang lembut seperti bahan alam. Pewangi juga dapat menyebabkan alergi beberapa orang dengan kondisi tertentu karenanya beberapa menghendaki sabun tanpa pewangi.

Anti oksidan, Karena sabun tersusun dari asam lemak yang sebagian mengandung ikatan tidak jenuh yang mudah teroksidasi sehingga sabun memerlukan bahan antioksidan. Oksidasi sabun ditandai dengan bau tengik, sedangkan senyawa antioksidan yang biasanya digunakan dalam sabun adalah tokoferol, BHT (butil hidroksi toluen), BHA (butil hidroksi anisol), ester asam galat dan NDGA (Nordihydroksiquaiaretic acid). Bahan-bahan tersebut dapat digunakan bersama atau sendiri-sendiri.

Whitening Agen (Pemutih), adalah agen farmasi yang digunakan sebagai pengontrol produksi melanin, yang akan mencegah hiperpikmentasi yaitu penggelapan warna. Bahan-bahan ini adalah Arbutin, kojic acid, vit C dan derivatnya.

Skin Care Agen, adalah agen pemberi efek penjagaan kelembutan kulit agar kulit halus dan mulus. Bahan-bahan ini diantaranya adalah anti inflamation kusus.

Anti Acne, yaitu anti jerawat yaitu yang menghambat pengeluaran sebum, bahan yang biasa digunakan adalah : AHA, estradiol, estron, ethinil ertradiol, anti bakteri, benzolkonium klorit, benzethorium klorida, halocarbon dan tea tree oil.

Susu, Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya sangat berbeda dari koposisi darah yang merupakan asal-usul susu. Komposisi susu sangat beragam tergantung pada beberapa faktor tetapi rata-rata untuk semua jenis kondosi susu adalh; lemak 3.9%, protein 3.4%, laktosa 4.8%, abu 0.78%, 87,10%. Bersama bahn lain dalam jumalah yang sangat sedikit seperti sitrat, enzim, fosfolipida, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Air merupakan kandungan terbesar dari kandungan susu. Sebaiknya diingat bahwa koposisi nutrien (bahan gizi) dalam suatu susu sangat ideal, meskipun kandungan kalsium dan fosfornya relatif rendah (di banding obat-obatan)namun ada tarce elemen lainya yang dibutuhkan oleh tubuh, sepertivitamin D dan lemak. Komposisi nutrien yang mendukung penyerapan, penyimpanan, pemanfaatan dan keseimbangan ion-ion mineral (termasuk) kalsiumsecara maksimal dalam tubuh. Fakta tentang susu yang sebaiknya diketahui;
Susu mempunyai variasi vitamin yang lebih banyak dari jus jeruk, lebih banyak mineral, energi lebih tahan lama daripada minuman berenergi.
Susu adalah protein dalam kualitas tinggi.
Adalah sumber alami terbaik dari pada kalsium.
Susu menyediakan bahan gizi pembentuk tulang seperti vitamin D dan fosfor.
susu merupakan sumber yang sangat kaya vitamin B kompleks seperti vit B1 9riboflavin) dan B12
Susu menjaga pengeroposan gigi.
Susu secara alami merupakan sumber multivitamin dan kalsium.
Dalam dunia kecantikan susu dipakai untuk mandi susu agar kulit menjadi halus dan mulus. Susu selain menyehatkan tubuh ternyata juga melembutkan kulit, yang dalam penggunaannnya dicampur dalam ramuan di saat mandi. Susu sangat dikenal dalam dunia kecantikan yaitu di pusat-pusat perawatan kulit dan tubuh yaitu di beauty house dan spa centre.

Madu, merupakan hasil utama berternak lebah dimana di dalam madu terdapat dekstrosa, levulosa, sukrosa, dekstrin, wax, air, protein, vitamin, asam formiat dan minyak atsiri. Selain itu madu juga mengandung beberapa mineral seperti natrium, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, besi, kalium dan phospor. Vitamin juga terkandung di dalam madu diantaranya adalah vit B1, B2 vit K dan C juga yang terpenting adalah kandungan enzim yang dapat membantu proses metabolisme dalam tubuh.
Dalam dunia kecantikan madu digunakan untuk masker, dengan sifat higroskopisnya madu mampu menyerap cairan (sekresi) dan lemak dari kulit sehingga kulit muka bisa menjadi halus dan terbebas dari noda-noda hitam. Di Indonesia madu mempunyai beberapa jenis sesuai dengan asal sari bunga dan jenis lebah penghasilnya diantaranya madu lengkeng, madu randu madu kapuk, durian, karet dan sebagainya. Sedangkan daerah potensi penghasil madu adalah Kalimastan, Sumbawa dan sebagian Jawa.
Beberapa manfaat madu dalam dunia kecantikan diantaranya ; merawat kulit yaitu madu mampu mengikat molekul air sehingga kulit akan tetap lembabdan tidak kekeringan sehingga terhindar dari penuaan dan kerutan. Kulit akan tampak kencang, segar dan selalu lembab. Madu dipergunakan teritama sebagai bahan dasar lipgloss dan batangan sabun kecantikan.

Olive oil (minyak zaitun), pohon zaitun (olea europea) merupakan penghasil buah dan biji zaitun yang mengandung minyak esential dan sangat bermanfaat untuk kesahatan kulit yaitu dapat menghaluskan karena mengandung vit-E yang cukup tinggi yang merupakan senyawa antioksidan sehingga minyak zaitun tidak cepat tengik. Minyak zaitun dapat langsung digunakan yaitu dioleskan langsung pada permukaan kulit, atau dapat pula dicampur dalam ramuan untuk menjaga kesehatan kulit misalnya dipakai dalam lulur mandi, dalam masase tubuh, wajah, tangan dan kaki. Manfaat utama minyak zaitun adalah mampu menangkal radikal bebas penyebab kerusakan kulit, karenanya sangat ideal dalam segala jenis perawatan kulit terutama kulit yang sedang mengalami kerusakan misalnya sedang berjerawat, kabakaran, kerusakan akibat sengatan matahari, debu dan polusi.

Mengkudu, mengandung acubin, asperulosida, alizarin dan beberapa zat antrakuinon, yang terbukti sebagai zat antibakteri. Zat-zat tersebut terbukti mampu melawan bakteri infeksi, mengontrol perkembangan bakteri yang mematikan seperti bakteri salmonela dan shigela. Untuk perawatan kecantikan mengkudu dapat menghaluskan kulit karena perubahan suhu, polusi, kosmetika yang banyak mengandung alkali.

Ginseng, secara tradisional gingseng sejak lama banyak dimanfaatkan untuk membantu stamina tubuh. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari manusia sering mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung zat-zat yang merupakan faktor-faktor dominan penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah yang potensial untuk menghambat kelancaran peredaran darah keseluruh tubuh termasuk otak. Keadaan ini secara langsung akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Dengan mengkonsumsi makanan tambahan yang mengandung gingseng, resiko terjadinya hal tersebut diatas dapat diminimalisasi secara maksimal. Adalah saponin yang merupakan elemen terpenting yang terkandung pada tanaman gingseng yang berguna bagi kesehatan manusia. Kandungan saponin pada buah gigseng terbukti tujuh kali lipat lebih besar dibandingkan apa yang terdapat pada akarnya (kandungan saponin pada buah ging seng adalah 83%). Selain itu, persenyawaan buah gingseng empat kali lebih efisien, yang berarti sapionin pada buah gingseng lebih mudah diserap oleh tubuh (Japan Health Association). Adapun manfaat buah gingseng secara umum adalah untuk membantu meningkatkan stamina tubuh.

Lidah Buaya, mengandung saponinyang mempunyai kemampuan membunuh kuman, serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit. Juga merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam gel lidah buaya terkandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Sehingga gel akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Akibatnya kulit menjadi tidak lekas cepat kering.

3 komentar:

IGMA SANJAYA mengatakan...

Bagus Bu Titiek, perbanyak lagi deh bahasan kimia dalam kehidupan dan yg berguna bagi kehidupan sehari-hari

pak de jongko mengatakan...

munkin agak terlambat...
lebih jauh tentang sabun transparan bisa di lihat
www.duraposita.blogspot.com
semoga bermanfaat

ree mengatakan...

Mau tanya bu..saya pernah pake sabun dgn contents tertulis terbuat dari madu, olive oil green tea, strearic acid (klo gak salah)..saya pake malemnya tp bsk pagi muka saya agak gatal biasanya gak pernah..sabun ini apakah ini indikasi sabun nya mengandung sesuatu yg berbahaya atau kulit saya yg gak cocok..trima kasih..